Manajemen Pembiayaan Berbasis Kinerja: Mengakselerasi Kurikulum Deep Learning dalam Ekosistem Digital Transparan

Manajemen Pembiayaan Berbasis Kinerja: Mengakselerasi Kurikulum Deep Learning dalam Ekosistem Digital Transparan

 Author: Prof. Dr. Harol R. Lumapouw, M. Pd., Prof. Dr. Shelty D.M.Sumual, Msi., Waraney Josua Mongkau S.Pd., Oktavio Fabio Wohon S.Pd., Karnius Lase S.Pd., Yosua Swardin Laia S.Pd  Category: Buku Referensi  Publisher: PT. Naluri Edukasi Press  Published: 09/30/2026  ISBN: 978-634-05-6198-2  Pages: 217  Country: Indonesia  Language: Indonesia  Dimension: 14,8 x 21 cm  Tags: Ekosistem Digital | Kinerja | Kurikulum Deep Learning | Manajemen Pembiayaan More Details
 Description:

Buku yang disusun oleh Prof. Dr. Harol R. Lumapouw, Prof. Dr. Shelty D.M. Sumual, dan tim dari Magister Manajemen Pendidikan Pascasarjana Universitas Negeri Manado (2026) ini berangkat dari sebuah paradoks. Anggaran pendidikan nasional terus melonjak berkat mandat 20 persen, dari Rp 508,1 triliun pada 2020 menjadi Rp 724,3 triliun pada 2025, tetapi mutu belajar siswa tidak ikut membaik. Skor PISA Indonesia masih berada di peringkat 72 dari 78 negara. Menurut para penulis, akar masalahnya bukan kekurangan dana, melainkan kegagalan efisiensi alokasi dan manajemen yang bersekat di tingkat sekolah. Anggaran lebih banyak terserap untuk urusan administratif-klerikal, sementara kebutuhan pembelajaran di kelas justru kekurangan dukungan.

Sebagai jawabannya, buku ini menawarkan Kerangka Kerja Manajemen Integratif yang memadukan metode Desain Mundur (Backward Design) dari Wiggins dan McTighe, model Activity-Based Costing (ABC), dan Cost-Effectiveness Analysis (CEA). Penyusunan rencana anggaran dimulai dari target pemahaman siswa, lalu ditarik mundur ke kebutuhan kegiatan dan logistiknya. Setiap kebutuhan dihitung biayanya secara presisi dan diuji efektivitasnya terhadap peningkatan mutu. Seluruh proses ini dijalankan melalui ekosistem digital, yaitu ARKAS 4.0 dan SIPLah yang berfungsi sebagai sistem penguncian anggaran otomatis, ditunjang dasbor real-time, pengawasan berbasis jejak digital (continuous e-auditing), deteksi dini kecurangan, dan keamanan siber Zero Trust. Dengan begitu, RKAS yang bersumber dari data Rapor Pendidikan dapat benar-benar melayani tiga pilar pembelajaran mendalam, yaitu mindful, meaningful, dan joyful learning.

Pembahasan dalam buku ini berjalan dari landasan hingga penerapan. Bagian awal memaparkan kesenjangan antara anggaran dan mutu serta landasan teori ekonomi pendidikan, ekuitas, adekuasi, dan indikator kinerja utama sekolah. Bagian tengah membahas manajemen kurikulum Deep Learning, analisis biaya satuan, optimalisasi dana BOSP, dan strategi kemitraan. Bagian akhir menguraikan sistem digital transparan, panduan integrasi RKAS dengan pedagogi, manajemen perubahan, serta evaluasi berkelanjutan berbasis siklus PDCA.

 Back