No Image Available

Peran Nalar atau Akal Budi, Logika, dan Mantiq dalam Kehidupan Berbudaya

 Author: Bambang JB, Ria Rosalina  Category: Buku Referensi  Publisher: PT. NALURI EDUKASI PRESS  Published: 04/02/2026  ISBN: 978-634-04-9480-8  Pages: 224  Country: Indonesia  Language: Indonesia  Dimension: 21 X 29,7 cm  Tags: Akal Budi | Kehidupan Berbudaya | Logika | Mantiq | Peran Nalar More Details
 Description:

Buku Peran Nalar atau Akal Budi, Logika, dan Mantiq dalam Kehidupan Berbudaya membahas secara mendalam hubungan antara rasionalitas manusia dan pembentukan peradaban. Nalar bukan sekadar alat berpikir, melainkan fondasi utama dalam membangun nilai, norma, dan sistem kehidupan yang berkeadaban. Berangkat dari filsafat klasik hingga pemikiran modern, buku ini mengulas bagaimana akal dipahami oleh para filsuf seperti Aristoteles yang meletakkan dasar logika formal, serta Immanuel Kant yang menegaskan pentingnya rasio dalam membentuk pengetahuan dan moralitas. Dalam perspektif Islam, pembahasan diperluas melalui tradisi ilmu mantiq yang dikembangkan oleh ulama seperti Al-Farabi dan Al-Ghazali, yang memadukan wahyu dan akal sebagai dua sumber kebenaran yang saling melengkapi.

Secara sistematis, buku ini membagi pembahasan ke dalam tiga dimensi utama: epistemologis, etis, dan kultural. Dimensi epistemologis mengulas bagaimana akal bekerja dalam memahami realitas dan membedakan opini, asumsi, serta pengetahuan yang sahih. Dimensi etis menekankan bahwa logika harus dibingkai oleh nilai moral agar tidak melahirkan kecerdasan yang kering dari kebijaksanaan. Sementara dimensi kultural menunjukkan bahwa peradaban besar lahir dari tradisi berpikir yang kuat. Dalam kehidupan berbudaya, baik dalam pendidikan, politik, ekonomi, maupun komunikasi sosial, kemampuan berpikir runtut, kritis, dan reflektif menjadi kunci terciptanya dialog yang sehat dan keputusan yang adil. Tanpa nalar yang terlatih, masyarakat mudah terjebak dalam bias, hoaks, dan manipulasi informasi.

Dalam konteks masyarakat modern yang sarat teknologi dan arus informasi digital, buku ini menegaskan urgensi revitalisasi mantiq sebagai metode berpikir yang mampu menyaring informasi dan membangun budaya dialog yang beradab. Rasionalitas diposisikan bukan sebagai lawan spiritualitas, melainkan sebagai sarana untuk memperdalam makna kemanusiaan. Dengan bahasa yang reflektif namun sistematis, buku ini cocok bagi mahasiswa, pendidik, pemikir budaya, serta siapa pun yang ingin memahami bagaimana akal, logika, dan mantiq berperan dalam membentuk kehidupan yang harmonis dan berkemajuan, tidak hanya menawarkan teori, tetapi juga refleksi praktis demi terciptanya masyarakat yang cerdas, adil, dan bermartabat.

 Back